Senin, 16 Oktober 2017

NEKAT TRAVELER : BALI - KINTAMANI - KARANGASEM

Mentari bersinar, dibalik kelabu
Usah kau terhanyut di hati yang biru
Waktu kan sembuhkan luka di hatimu
Berjalanlah engkau tanpa aku

MAY, 20 2017

Perjalanan menuju hotel
Hari ketiga di Bali, kami memutuskan untuk pindah hotel di daerah Kintamani. Hal ini disebabkan setelah kami menimbang dengan seksama, sepertinya kurang efektif kalau menginap di Kuta sedangkan lokasi perjalan kami rata-rata daerah Kintamani dan Karangasem.

Setelah mencari di Traveloka dengan mensortir berdasarkan harga, kami menemukan hotel yang "pas" dekat dengan Danau Batur. Segara Hotel and Resto. Dengan harga kamar yang relatif murah Rp 162.000/malam hotel ini sangat recommended buat temen-temen backpacker. Selain harganya yang murah, fasilitas hotelnya juga bagus, apalagi viewnya. 
Segara Hotel and Resto
Lobby Hotel
Pemandangan di depan hotel
Okay, lanjut ke cerita nekad traveller lagi.
Perjalanan dari Kuta ke Segara Hotel Kintamani yang memakan waktu kurang lebih 2 jam. Setelah proses check in selesai, kami langsung melanjutkan perjalan dengan menaruh carrier ke kamar terlebih dahulu. Oh iya, hari ini kami melanjutkan perjalanan kami ke desa adat Palipuran di Bangli. Perjalanan kali ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. 

Dan sesampainya di Panglipuran, pemandangan pertama yang kami lihat adalah lautan manusia (lebay ah). Hahaha. Jangan coba-coba ke Panglipuran pada Sabtu Minggu. Tapi yaaa hari apapun di Bali nggak ngaruh sih. Every day is Sunday in Bali. Yap.

Suasana Desa Panglipuran yang lumayan padat saat weekend
Setelah puas melihat sekeliling dan karena suasana cukup ramai, kami memutuskan untuk ke destinasi selanjutnya yaitu Hutan Bambu. hutan Bambu ini letaknya masih disekitar Panglipuran. Dari hutan bambu ini pulalah masyarakat mengambil bambu untuk keperluan adat, memperbaiki rumah dan sebaginya.
Karena area hutan bambu yang cukup luas, hati-hati tersesat yaaa. Hehehe

Gaya andalah kami hahaha... 
Setalh puas mengambil foto dan berkeliling, kami memutuskan untuk melanjtkan perjalan ke lokasi selanjutnya. Air Terjud Tukad Cepung. Perjalanan di air terjun ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Air Terjun Tukad Cepung belokasi di Jl. Tembuku, Dusun Pe3nida Kelod Tembuku, Bangli. Mengingat air terjun ini merupakan area tempat suci, pengunjung akan diperciki air suci. Dikenakan tiket masuk Rp 15.000,-, untuk menuju ke air terjun memerlukan waktu 15 menit dari area parkir. 
Sepanjang perjalanan ke air terjun dengan berjalan kaki, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Air terjun Tukad Cepung ini dihimpit oleh tebing. Karena medan lumayan licin, usahakn memakai sendal gunung atau sepatu yang memang cocok di medan licin. 
Oh iya, bagi kalian yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan memasuki air terjun ini. 

|May, 20 2017|
Tukad Cepung Waterfall

Source : google image

Sayangnya, waktu kami kesana sedang ada sesi prewedding yang berlokasi di air terjun. Lalu apalah daya kami yang tidak bisa merusak momen orang dan memilih melanjutkan ke lokasi selanjutnya. 
Selanjutnya kami berencana ke Bamboo 7 Temple. Sumpah lokasi kali ini SUSAH dicari di map. Huhuhu... Dan setelah berhasil menemukan lokasi diperparah dengan Bamboo 7 Temple yang nyaris hancur. Hal ini dikarenakan pembuatan pura menggunakan bambu yang memang tidak bisa bertahan lama. Ternyata temnpat wisata ini rencananya untuk event saja. Tapi hikmahnya, kami menemukan pantai yang sepi (bahaya nggak sih sebenarnya? hahaha) di dekat Bamboo 7 Temple yang memang pada dasarnya berada di dekat pesisir pantai. 
|May, 20 2017|
Bamboo 7 Temple
Source : google image (ekspektasi)
Kondisinya sekarang sudah nggak terawat (realita)

Setelah puas menjelajah sampai Bamboo 7 Temple, kami kembali ke hotel. Daaan baru sadar kalau kami belum makan seharian. Hahaha. You know lah, ketika manusia lapar, insting manusianya akan mengambil alih dari pada otaknya. wkwkwkwk...
Kalo laper kami bisa ngginggit. Tapi kalo udah kenyang jadi kalem. Wkwkwkwk

MAY, 20 2017
Sebenarnya kami pengen ke Trunyan hari ini, tapi karena kondisi dompet menipis gegara tekor dihari sebelumnya, akhirnya kami memutuskan untuk ke lokasi lain. Tanah lot menjadi lokasi pilihan kami (lagi).
Dan entah kenapa waktu gue nulis artikel ini, gue ngerasa bego banget karena nggak kelokasi lain like Garuda Wisnu Kencana dan Bedugul. Hahaha...
OOTD hari itu

Perjalan hari ini pun di mulai dari yang paling deket, yaitu Batur Mountain View. Karena lokasi menginap itu di kaki Gunung Batur, jadi nggak perlu waktu lama untuk ke lokasi.

|May, 21 2017|
Batur Mountain View

Setelah selesai menikmati keindahan gunung Batur, kami melanjutkan ke Tanah Lot (sumpah ini konyol banget...dan gue baru sadar).
Padahal hari Minggu...padahal waktunya panjang...kenapa....kenapa...kenapa cuma ke Tanah Lot aja seharian??? Kan keliatan b*egonya... Sumpah gue ngakak so hard banget pas bikin artikel ini. Ya ampun...Kok baru sadar b*egonya....

|May, 21 2017|
Tanah Lot

|May, 21 2017|
Perjalan pulang ke hotel

Ah, mungkin kami lelah aja kali ya, makanya kami nggak kepikiran ke GWK dan tempat lain yang masih banyak banget :(
Malamnya, kami kelaparan dan memilih untuk mencoba menu makanan di hotel tempat kami menginap. Recommended kok. Makanan, lokasi hotel dan harga, semuanya MEMUASKAN!


MAY, 22 2017
Sunrise di depan hotel ^^
Last Day!!!Yay :(
Pagi jam 06.30 WITA kami check out dan langsung pergi ke Panglipuran (lagi). Paling enak deh, Senin pagi di Panglipuran. Selain karena udaranya yang seger, tapi juga karena masih sepi. Hehehe

|May, 22 2017|
Desa Adat Panglipuran

View desa
Kita explore salah satu rumah warga. No 20 ya nomor rumahnya
 
View setelah masuk ke pekarangan rumah salah satu warga
Dibikinin kopi gratis loh...hehehe

Puas mengeksplor desa Adat Panglipuran, sambil menuju perjalan pulang kami mampir ke Instana Presiden dan pemandian tirta empul. 

|May, 22 2017|
Tite Empul dan Istana Presiden

Karena waktu kami terbatas, nggak bisa lama-lama apalagi ikut mandi di tirta empul. Diperjalanan menuju penyeberangan Gilimanuk, kami harus berputar karena ada acara adat. Daaan setelah kami berputar pun, ternyata ada acara seperti ulang tahun pura. 
Keindahan buda di Bali yang tak lekang oleh kemajuan teknologi.
Lapar... Setelah mengiringi acara acara adat diperjalan pulang, kami pun kelaparan. Hahaha... Ditengah perjalanan kami menemukan rumah makan padang. Dan diseberang rumah makan itu ada view sawah yang lumayan buat di masukin frame foto. Hahaha



 Finally...perjalan 6 hari 5 malam kami di Bali pun akhirnya berakhir dengan "bahagia dan kekonyolan".


terimakasih udah nemenin touring kami yaaa "blue stronger"...hahaha



balik ke Surabaya...mengejar pesawat T_T

makasih udah ditemenin di Banyuwangi ^^ (ini temen beneran)
Driver lelah bang....



 | GPU Kapuas |

Satu minggu setelah ke Bali, kami pun mengadakan sesi pemotretan untuk "mengenang" kisah persahabatan kami yang kelak dapat kami ceritakan untuk anak cucu kami. Hahaha (masih belum puas liburan bareng)....
(rambut gue T_T)

Read More